Showing posts with label Story. Show all posts
Showing posts with label Story. Show all posts

Tuesday, April 9, 2013

Sebuah Monolog Awal Tahun

bismillah...

Awal tahun 2013,

Aku memejamkan mata, angin pelan-pelan menghembus wajahku, membawa udara hangat dan sedikit bau air laut. Sinar matahari keras-keras menusuk kulit wajahku cepat ketika aku menengadahkan kepalaku ke atas, mengadu matahari. Rasa-rasa panas menusuk mulai bermunculan, aku cukup merasakannya di wajahku, dan kurasa merah muda pelan-pelan menghiasi wajahku. Kepanasan. Tapi aku mulai menikmati sengitan-sengitan yang mulai bermunculan itu. Suara gemericik air laut yang bertabrakan dengan perahu motor yang sedang kunaiki, hembusan angin hangat di atas laut siang hari, dan sinar matahari terik yang tidak ada matinya. Semua terlalu nikmat.



Pelan-pelan aku membuka mataku. Silau. Cepat-cepatku pindahkan pandanganku ke depan. Suara motor perahu membisukan suasana perahu yang penuh obrolan teman-temanku yang bersamaku saat itu. Aku seperti menikmati semua saat itu, hanya untuk diriku. Sepanjang penglihatanku hanya ada hamparan karpet biru yang bergejolak dan berbuih, sesekali terlihat gundukan tanah  yang sangat jauh, ya, itu daratan. Di atas karpet bernama laut itu ada banyak gulali-gulali putih bertebaran bernama awan, dan background biru cerah bernama langit.



Semua indraku terlalu menikmati.

Pelan-pelan aku gerakkan tanganku ke bawah, menampar permukaan laut, menimbulkan gemericik air yang bertabrakan dan mulai membasahi wajahku yang kepanasan. Air laut berpapasan dengan ujung-ujung kulitku, memberikan stimulus yang terasa hangat. Aku pejamkan lagi mataku.

Andai kamu ada bersamaku saat itu. 

Friday, November 30, 2012

Choice(s)

bismillah ...

Everyone have their own choices. I already know that even we had made a plan for our future, there always will be there some possibilities come somehow. But I also know that since first, we just have right to make a plan and choices but, what will be happen later are what Allah gives to us for our needed. In other way I want to say that plan may be can changed, but so does choices.

I may seems labile or unstable right now because of what I've done, changing my vision, mmm maybe not clear enough if I said changing, developing sounds cool. Ok, developing my vision But, I believe what I've chosen will be the best I can get, I believe this somehow is a way given from Allah that I have to take. This somehow will be a way to get my future-obstacle down. At first, I thought that what I've chosen will be an obstacle soon, especially if I see from my first version of vision, but since I believe "I am what I think", so I just "let's just accept this challenge". Let me make this challenge to be my ladder to get the higher level of life. This sounds so optimistic, but actually I'm totally not an optimist person, I prefer an 'all out' person, though, hehe.

Yeah, let's just make obstacle be a ladder.

Maybe at first, that's right that I accepted this choice (for only one night estimated time to think) because I am needed to join, my friend said "If you are needed, you will be worthed more". But, since I am an 'all out' person, let me make this mission to be completed in a somehow wonderful way and wonderful ending! Aamin :D

Honestly, I am still learning to be brave, and to be wise. Bismillah!




Please kindly don't do anything related to these pictures without my permission :)

Saturday, October 27, 2012

High School Time :D Loves!

bismillah ...






Loves are in the air, Alhamdulillah. All Praises to You Ya Allah.

After had been blessed to celebrated Idul Adha 1433 H with my family, tonight I spent my Saturday night with them, another beloved family called #Aksel2. Have just had a-high-school quality time. Super yaaaay!


Life can be so simple, as simple as you feel the happiness. You know? Sitting on a warm place, chatting, and laughing, having dinner and snack, watching movie with people you love, Alhamdulillah. But event like this felt somehow too short and fast, like "Ah it's over already" "Ah time to go back already". Time like this made me grateful more. The time when I even didn't remember about the tasks, tests, and real life thingy. The time when my muscles felt comfort, time when my brain breaths more relax, time when I feel the 'life'. Hehe lebay but I think it's close enough :p. (Actually this paragraph has been edited despite of error and I already forget what I write before -_-)

And, somehow somewhat tonight everyone been so warm, sooo much warm I like the mooost *lebay, or me the one who haven't felt the warm like tonight in such a long time. Even the one who used to be an evil haha bully-er and anything like that, felt so much warm, Alhamdulillah. Hihi, I wish we can spend time much more like this ya loves :D.

Thanks Bu Dokter @deniswari for free movie, thanks Bu Sastrawan Jepang @aitumutia the best partner in crime to walking out and having a 'life', thanks Bu Arsitek @dinidn and Bu Alchemist @dwimustika who agreed to spent time and forget the college life in a while, thanks Pak Akuntan @fakhriesf  for joined us (kurang lamaaa ehehe :p) and Pak Pilot Imamur Rusydi for free ride, free snacks, and the kindness tonight :* :* :*. Love you guys! Ah miss them and all of #Aksel2 already :'(.


Now the mood is increased much and I'm ready to face the lasts mid-test! SE MA NGAT! :D

Ah ya! And Happy #HariBloggerNasional all! Keep posting, blogging, and spread the loves! :p

Tuesday, September 25, 2012

Almost Sunset

bismillah ...

Matahari mungkin belum sepenuhnya tenggelam. Bahkan, masih tergantung tinggi di angkasa. Senja kala itu mungkin tidak berjodoh denganku atau mereka. Tapi ini momen kami. Momen ketika siluetku dan siluet mereka terekam. Momen ketika hari hanya dipenuhi dengan tawa, cerita, dan jepretan kamera.

Aku mungkin tidak mampu merangkai kata-kata ini menjadi indah. Tapi, kepuasan ini akan berlanjut menjadi perjalanan-perjalanan indah selanjutnya, aamin. Ya, sepenggal kisah yang tak seberapa ini, hanyalah sebuah awal dari perjalanan yang sebenarnya.

:)




23 Agustus 2012, tiga remaja wanita, dan Jakarta.



credit photos : @dwimustika

Sunday, September 23, 2012

Tidung (Part 3)

bismillah ...




Haaah... Ini bakal menjadi insyaAllah penutup cerita Tidung Agustus lalu. Waktu itu 31 Agustus, hari terakhir  gue dan temen-temen nikmatin liburan dan kepuasaan mata yang udah bosan sama hiruk pikuk kota. Memuaskan mata dengan bukti-bukti nyata kuasa Allah, yang gue jarang lihat sacara langsung. Ya, harus berakhir dulu waktu itu.

Tapi, gue Devi Tiara Tiya Ichul Elok mutusin buat menyempatkan diri ke tempat yang belom-kesana-belom-keTidung, tidak lain tidak bukan, Jembatan Cinta. Hehe. Lucu loh filosofinya. Jembatan ini menghubungkan dua pulau, pulau Tidung Besar dan pulau Tidung Kecil. Ternyata, gue ngerasa banget perjuangan buat nyebrangin jembatan ini. Dan rasa puasnya pas udah sampe ke pulau Tidung Kecil-nya. Subhanallah deh, panas-panasan dan lari-larian :D

Ternyata, keadaan dua pulau ini beda drastis. Di pulau Tidung Kecil ini ngga berpenghuni. Sepi parah. Beda banget dengan pulau Tidung Besar yang emang didiami penduduk, dan dimanfaatkan sebagai lokasi wisata.



Nah, di Tidung Kecil ini gue nyari oleh-oleh dadakan yang diminta sama temen. Terumbu karang T dan r :)

Karena udah masuk waktu Jumatan akhirnya kita buru-buru balik. Pas udah nyebrang lagi, gue denger percakapan orang yang juga wisatawan pas itu sama temennya.

"Eh lu tau ga, mitosnya kalo ada pasangan yang nyebrangin jembatan itu, mereka bakal awet selamanya." Abis itu ga denger lagis soalnya gue udah jalan jauh.

Langsung deh gue ngomong ke Devi.
M: "Dev, denger ga barusan?"
D: "Apa?"
M: "Katanya kalo ada pasangan yang nyebrang jembatan, mereka bakal awet selamanya."
D: "Hm, Ah! Berarti persahabatan kita bakal awet selamanya, hahahaha."
M: "Aamiin."
Yah, who knows. :)

Pulangnya gue pisah sama rombongan di Stasiun Kota, mereka lanjut ke Bogor dan Tiara juga pulang naik Busway, gue naik CL ke Serpong. 

Yah, perjalanan ini udah masuk ke dalam memori gue. Menjadi cerita. Dan akan menjadi bagian dari sejarah yang membangun gue bersama mereka. Kisah tentang perjalanan menikmati kuasa Allah, tentang persahabatan yang ngga ada habisnya, dan tentang hidup di tempat yang asing buat kita. 

Subhanallah Warlhamdulillah :) See you next trip(s)!

Tuesday, September 4, 2012

Tidung (Part 2)

bismillah ...


Satu jam perjalanan, gue udah bisa liat laut lepas. Laut yang sebenarnya ngga lebih luas dari laut yang sebenarnya. Laut yang gue jelajahi saat itu cuma laut yang letaknya di antara pulau-pulau milik Kepulauan Seribu. But still, it's part of the ocean. Warna laut ternyata punya gradasi, lho. Awal-awal berangkat air laut warnanya masih biru tua, kecuali pas masih di pelabuhan warnanya hijau dan kotor :( lama-lama warnanya jadi hijau cincau gitu, gue ngerasa lagi berlayar di atas ton-ton cincau, kata egi "Rasanya kalo kita jatoh kita bisa membel, yah May." Tapi lama-lama warnanya balik biru tua. 

Pun dengan arus ombaknya, dari landai ke kenceng, terus balik sedeng. Sempet mabok laut tapi sembuh dengan tidur, haha. Oya, di satu jam perjalanan, ngga nyampe lah, kita ngelewatin pulau Bidadari. Terus setengah jam kemudian berhenti nurunin penumpang yang mau ke pulau Pari.


Sampe di pulau Tidung kita disambut sama Mas Dino dan Pak Asep. Mas Dino ini yang jadi EO kita, DinoTravel. Nah, Pak Asep ini jadi tour guide kita selama di Tidung. Jalan, jalan, jalan sampe deh di homestay-nya. Nyaman dan bagus banget, sayang ngga sempet foto. Di teras rumah udah ada welcome drink, langsung diserbuuu. 

Agenda kita waktu itu adalah makan! Hahaha secara energi kekuras karena semalem nginep di kapal dan mabok laut. Abis itu kita sepeda-an ke pantai yang deket dengan kecamatan. Bagus nya Subhanallah banget! Sayang hape gue lowbat jadi ngga bisa foto-foto, tiya sama egi juga belom nge-upload foto-foto dari dslr mereka. Rasanya waktu itu capek gue langsung rontok, capek gue MPF, capek gue OH, dan capek gue kurang tidur. Ah seneng deh pokoknya, langsung main air, hehe.

Abis sholat, langsung deh acara utama dan paling utama, snorkeling! Ini juga serunya Subhanallah banget :D Ngga bisa deh di ungkapin sama kata-kata. Kehidupan bawah laut itu ternyata keren abis, kecuali airnya yang asin dan bikin mata perih :p Sampe jam tiga-an kita udahan lanjut pada main banana boat, gue ngga ikutan karena kedinginan haha lemah. Iya udah kering angin sih tapi kalo nyemplung lagi kan dingin lagi -_-

Tapi ngga nyesel dong, soalnya yang pada naik banana boat gempor semua haha.

Ini bawah laut yang gue ambil dari jembatan :p

Malem abis maghrib kita makan lagi, padahal sorenya abis makan dan ngga kedapetan sunset di pulau Tidung Kecil, haha dasar kelakuan. Abis itu gue tidur dan dibangunin jam 10 karena ada ikan bakar~ Oya gue inget banget rempongnya mau sholat maghrib karena kamar mandi ada 2 dan kita cewe ber-11, haha. Belom si ichul tiba-tiba mecahin gelas di dapur.

Seru lah. Nagih!

"Subhanallah, Allah is truly The Greatest Creator ever!"

ps.
All photos here taken by my phone

Sunday, September 2, 2012

Tidung (Part 1)


bismillah ...





Those are photos when our boat leaved Muara Angke and heading to Tidung Island.

Perjalanan bermula pada sekumpulan TIN plus satu bocah Menejemen yang ngidam liat laut, gue salah satunya. Setelah tiga hari jor-joran sama MPF dan satu hari Open House jurusan, malemnya langsung packing seadanya dan tancap gas ke stasiun kota Bogor menuju stasiun Jakarta Kota, lanjut ngangkot. Jam 11 malem, kita ber-18 udah nyampe di pom bensin Muara Angke, bingung mau nunggu jam 5 pagi sambil ngapain akhirnya kita makan mi cup instan. Bu koordinator trip kita kali ini, Yati, inisiatif nelpon EO dan akhirnya kita dibawa ke kapal yang bakal dipake buat nyebrang pagi nya, dan menginap disitu.

Oya kenalin, yang ikut ada gue, yati, egi, anoy, devi, tiara, tiya, ria, ichul, wenny, elok, nirwan, rohim, yoga, jalal, sony, hijran, dan si anak Mene, wibih.

Karena pada seret energi, akhirnya pada tepar. Sisa gue, tiya, tiara berpujangga di atap kapal, sama lupa siapa aja yang milih buat ngabisin malam sambil main kartu. Pas itu tiya tiara berkonspirasi, biasanya gue cuma jadi pendengar setia mereka berpunjangga. Akhirnya gue ngeluarin satu bait, mungkin pertama dan terakhir. Soalnya gue ga bakat.

"Detik aku melihatmu, detik mata kita bertemu, detik itu juga, aku milikmu." Dan mereka hening. 

Dari atas atap kapal gue ngerasain tidur beratapkan langit, berselimutkan bintang-bintang, dan diterangi cahaya rembulan #tsah. Akhirnya jam setengah dua pagi kita tumbang dan memilih ngisi energi juga.

Shubuhnya, abis sholat, Hijran nunjukkin barisan bintang, kalo ngga salah yang berderet tiga itu namanya Orion. Lupa yang lain. Penumpang lain mulai menuhin kapal pas udah terangan. Matahari udah lumayan tinggi, akhirnya kita berangkat, sekitar jam 7.30. Yak, itu foto-foto detik meninggalkan Muara Angke. Gue bahagia. Iya, belum sampe aja gue udah seneng banget.

Saat itu gue berujar dalem hati, "Laut, soon!"

Wednesday, August 8, 2012

Kangen Putih-Abu

bismillah ...

Hari ini, hari terleha-leha dan ter-random 2012. Tau-tau udah sore aja. Yang gue inget, tadi siang gue stalking @infomoonzher sambil ragu-ragu mikir ke Gramed tapi mager. Dengan segala info tentang SMA gue itu, memori gue lari lagi ke masa lalu. Moonzher tahun ini udah angkatan 27, sedangkan gue masuk angkatan 23, keluar bareng 22. Halah. Yoi, Aksel angkatan 2. Hah, berasa tua.

Inget-inget masa lalu, inget moonzher, inget aksel2, inget Almarhumah Ibu Suryani. Di aksel gue sekali pindah ruang kelas, karena pas angkatan gue masuk kelas baru belum jadi. Alhasil kita ber-25 dapet ruang kelas deket perpus. Ruang kelas yang lebih mirip ruang les. Kursi-kursinya persis kursi tempat les yang ngerangkap meja. Sebelum gue tau, kalo kursi kampus juga kayak gitu. Tapi banyak, jadi kita suka taro tas di kursi-kursi sisa. Ruangannya sempit, tapi lebih dari cukup buat kita. Karena kursinya fleksibel buat dipindah-pindahin, kita jadi suka pindah sana pindah sini, kangen.

Yang paling seru adalah ketika cewe-cewe mager ke mesjid. Inisiatif deh bawa sajadah ke kelas dan sholat di kelas, aji mumpung dengan WC guru yang pas banget di bawah kelas dan keran nganggur yang deket dari situ. Inget kalo jumatan, cewe-cewe tidur leseh di lantai, yang udah lebih dari luas waktu itu. Sambil nonton bareng pake proyektor kelas, atau delivery McD. Sekarang gue pikir, ruang kelas lama lebih mirip kontrakan dibanding kelas. Atau kalo bosan di kelas, tinggal ke perpus yang jaraknya cuma 3-4 meter, atau duduk-duduk cantik di pagar pembatas samping ruang multimedia yang sepi, cocok buat nge-galau. Sayangnya, istilah galau belum tenar saat itu.

Ah, kangen.

Beberapa hari setelah MOS, temen gue Alifia pindah ke kelas reguler. Katanya, aksel yang 'super sibuk' kurang cocok sama aktifitas dia yang padat. Akhirnya setelah beberapa hari, Ipit sama Mutia masuk ke aksel2, sama Wicak juga yang pindahan dari kelas bilingual.

Waktu baru masuk, gue sama Mayang nempel terus, kebiasaan SMP. Gue juga inget waktu Amri ngajarin kita berdua pake jangka sorong, abis dijelasin sama Pak Rodani. Gue juga inget itu anak langsung pake baju SMA waktu baru masuk. Dulu, cerita Ladies aksel2 itu lucu banget kalo diinget-inget lagi. Bareng-bareng klop bersepuluh mungkin baru kita rasain pas pindah ke kelas baru. Di kelas lama, mungkin gue belom afal sama semua anak cowo disitu yang duduknya masih pake bates antara cewe-cowo. Except Amri Pias. Gue bahkan ngga sadar ada Fakhri di antara mereka. Itu anak diem banget soalnya, awalnya. Paling, Amri Pias yang suka duduk di daerah tempat duduk cewe. Atau Ifan Wicak Lutfi yang emang satu SMP. Atau Lazu yang emang ketua kelas. Atau Ibnu yang emang temen gue duduk waktu MOS. Atau Dery yang biang rusuh.

Lama, lama, lama, gue malah jadi klop sama Ipit-Dini temen satu kelas waktu kelas 8 yang ngga deket sama sekali. Tiap pulang pasti bareng, bareng Mayang Pias juga yang satu arah. Naik angkot. Sama Vika Ifan juga. Tapi pas punya Legend gue jadi pulang sendiri, iyalah. Aaaah, super kangen. Anyway, angkot itu tempat curhat paling kece, kita ngga pernah punya waktu yang cukup di angkot, walaupun macet, walaupun Pamulang-Muncul jauh. Oke lebay.

Di kelas lama, susunan tempat duduk itu pasti banget. Veby depan atau kadang belakang. Tika-Vika-Mutia. Bian-Denis-Mayang. Maya-Ipit-Dini. Bahkan, di kumpulan tersedikit pun, masih aja ada segmentasi kelompok bergaul. Tapi, tetep sih gaulnya mainnya barengan juga. Dosen gue pernah bilang, di antara banyak temen, tetep, kita pasti punya 1-2 orang yang klop, 1-2 orang yang kita pilih duduk disamping kita, yang enak diajak ngobrol, yang nyambung, yang apapun. Mungkin kalimat itu lebih cocok dibanding segmentasi.

Gue inget waktu nilai-nilai awal mulai bermunculan, Ipit mulai frustasi, mulai ngga yakin di Aksel. Yang mungkin ngga kurang yakin juga dari gue. Tapi gue Dini bantuin. Ah sedih parah. Sedih juga waktu Dini lagi masalah sama mantannya yang dulu pacarnya waktu SMA. Gue cukup bete dulu, kalo dia dijemput sama cowonya, bete. Kalo mau cuap-cuap langsung deh ambil spot belakang kelas, atau spot depan kelas Multimedia. Atau kamar gue sepulang sekolah kalo di angkot ngga cukup. Dasar anak SMA. Iya, dulu Ipit-Dini gampang bukan main dibawa ke rumah. Sekarang ...

Tuhkan, ruang kelas lama belum selesai dan ruang kelas baru belom dibahas udah sepanjang ini. 

Ah, mungkin blog ngga akan pernah cukup buat ngulas apa aja isi 2 tahun itu. Kapan-kapan gue cerita lagi deh.

Wednesday, July 11, 2012

Jogja's View


bismillah ...

Waktu ke Jogja minggu lalu, tante gue (yang umurnya cuma lebih tua lima tahun dari gue) minta ditemenin ngambil titipan temennya. Abis itu gue diajak muter-muter Jogja, yaaa yang dilewatin doang sih. Siangnya rencana mau makan bakso enak (really tasted so goooood~) tapi karena belum siang dan belum buka juga, akhirnya kita jalan-jalan. Berasa geng motor kita melaju ke Wonosari, 45 menit perjalanan kita udah sampe ke puncaknya, bisa dilihat dari foto di atas.

Ngga nyangka bakal ketemu dataran tinggi lagi, secara sebenernya pengen banget liat laut. Tapi ngga nyesel sih kalo ketemu pemandangan kece gitu, subhanallah. Ngga kesampean juga pengen me-time di Jogja, pengennya tidur terus -_-. Maaf juga cantik-cantikku ngga bisa mampir, cuma tiga hari di sana dan full walimahan. Sisanya tidur.

Tuesday, July 10, 2012

I forget ...

to breath.

bismillah ...

Have you ever done that? Forget to breathing. I did that recently. Doing this and that, but suddenly feel stuffy, and then 'Ah! Breath!'. Maybe it's not forgetting but closer to holding. Actually, when I was driving, there was a moment when there was so much pollutant, air pollutant. And since ever then, I start to command my brain to hold the breath. Until five to ten seconds reach the normal oxygen. Have I ever mentioned about smokes? Yeah I did that too when I smell smoke. And I start to judge myself that I can't breath if there is smoke in the air. So, maybe now my nose did it without command from my brain, to hold the breath. Especially when oxygen interrupted by weird smell. Ah now I understand why I find myself 'forget' to breathing. Is it normal? Eh, whatever. Since I still remember how to breath, it's okay if my nose reflect to hold it.

Sunday, June 24, 2012

What so called My-little-warm-family

bismillah ...

Have just realized that I missed sooo much my-little-warm-family's events. Last 22th June was my parents 24th year anniversary. I could just pray for them that day. My-little-full-of-love-family like to do such a grateful party for such event. Even just dinner together while we want, at home, in the living room. How I miss them much. This week will be my third week in Bogor without visiting my home, which was be my weekly routine. Having home near from campus is harder than having it far when you can't visit your home. But maybe it will be counted as a sacrifices to be a better me :) Amin.

Happy 24th year anniversary Bapyong and Mama. 
Love you, Miss you. Please don't leave me until I give you all of that I can give, promise?


*mucho love*

FI-VI 2012

bismillah ...

Jadi inget, H-3 UAS kalo ngga salah gue mutusin ikut FI-VI (Fateta Industrial Visit) 2012, dengan menyisakan pikiran deadline tugas dan antek-anteknya, memutuskan untuk menanggalkan pikiran tersebut setelahnya dengan pikiran "Yaudah gue lembur ajalah".

Bayangin ajalah ya (kalo mau), minggu tenang terasa sangat tidak tenang, dan di sisa-sisa hari dalam minggu 'tenang' tersebut masih aja tugas manggil-manggil. Jadi ya gue mutusin buat ikut rombongan BEM Fateta buat kunjungan industri ke pabrik Yakult dan Pocari Sweat di Sukabumi. Refresh mental sama fisik menjelang UAS boleh lah ya.

Rasanya kayak ilmu yang tiap pagi lu dengerin di kuliah itu tiba-tiba ke-play ulang di depan lu hari itu. Gue kayak nge-rewind semua yang udah gue pelajarin selama kuliah (kalo ngga tidur). Ngeliat pabrik, ngeliat mesin-mesinnya, cara kerjanya, bioprosesnya, manajemennya, ah semuanya. Saat itu gue ngerasa sama sekali ngga nyesel ikut FI-VI. Langsung kebayang field trip semester depan bareng TIN47. Baru dua pabrik aja rasanya seru banget, apalagi seminggu keliling pabrik Jawa-Bali-Thailand(?). Beh.

Teori tiap pagi-siang-sore emang bikin ngantuk, tapi turun ke lapangan beda 180 derajat. Dan, masalahnya adalah gue tetep aja cuma ngerti selama gue pernah dengerin kuliah, that's why sebisa mungkin semester depan gue pengen efektifin kuliah. Maksudnya, pas kelas ya kelas. No nge-laporan, No tidur. Amin.


Bayangin, abis itu gue ngomong "Saya minum dua!" #mabok, eh itu di belakang gue ada 'kolam renang'

Nge-alay dulu depan pabrik

All cast FI-VI 2012

Sial, fokusnya ke si Pocari

Sok-sok an mau loncat kece #fail, anyway Gunung Salak nya Subhanallah :)


Overall, seru. Malah pas presentasi tugas akhir Praktikum Bioproses, besoknya, gue malah bisa nanya banyak gara-gara bawa 'oleh-oleh' dari pabrik. Lumayan, dari Pocari Sweat gue dapat goodie bag sama pocari 350ml 6 botol apa ya? Lupa, dari Yakult dapet botol Yakult Jumbo, sama Yakult gratis 3 botol plus snack. Alhamdulillah :)

Masih di kostan, padahal udah masuk ke hari bebas kuliah alias libur. Merasakan jadi orang sibuk semester ini, setelah tahun pertama merasakan jadi 'kupu-kupu', dan sepertinya bakal resign semester depan, fufu. Maksudnya semester depan ngga ikut-ikut kepanitian lagi kecuali CR, fufu. Kan ceritanya, mau nyiapin 'bekal' field trip.

Jadi inget sebuah quote kece,

"I tell you, you'll forget. I show you, you'll remember. I get you involved, you'll understand." - Ibu Lien Herlina, dosen Pengembangan Sumber Daya Manusia, sudah ngga tau lagi harus buang duit kemana. Peace, Bu! :p

Wednesday, May 23, 2012

Elle

bsimillah ...

SOON! Will post each story of my girl chars. Hehe.

Tuesday, May 22, 2012

Char.

bismillah ...

Jadi kepikiran, buat ngasih nama tokoh cewek yang suka gue jadiin gambar di sketchbook. 

Sepakat banget kalo yang suka pake Hanbook itu namanya Seol. Soalnya gue terinspirasi sama tokoh Seol di salah satu drama period-nya Korea. Ah kangen Seol, udah lama ngga gambar si cantik. Seol artinya adalah a new day. Ah sweet!

Cewek yang rambutnya lurus rada gelombang kayak di gambar 'Soul-ness' itu gue kasih nama Ana aja deh. Entah ya, nama itu menurut gue cocok sama karakter cewek yang gue gambar itu, kalem-kalem-misterius gitu. By the way, Ana means graceful. Cucok. 

Yang satu kali gue gambar yang rambutnya dicepol itu, mmm, Yuki aja gimana? Artinya salju. Soalnya karakter dia ceritanya dingin gitu kayak salju #ea. 

Selanjutnya yang rambutnya ikal-gelombang kayak header baru gue. Gue ciptain dia buat nemenin si Botak.  She will be always with him, since I'm starting to forget him slowly :( Namanya Alifah, which means friendly, likeable. Love this name!

Nah, ada karakter coming soon juga. Tinggal finishing kok. Hihi, namanya dulu deh. Lila -- dark haired, night.

Ya, meskipun emang ekspresinya mirip semua, karena keterbatasan kemampuan gue buat gambar muka. At least, 'jiwa'-nya ceritanya beda. Halah.

Salam kenal!

Halo

bismillah ...

Halo.
Halo pagi, jiwa yang biasa penuh asa, kemana perginya?
Matahari kurang semangat apalagi, kah?
Gerumbulan mega kurang sunyi, kah?
Semilir angin kurang bersahabat apalagi, kah?

Halo.
Halo kamu, rasa rindu pekat yang tertahan oleh logika ini,
bolehkah aku sampaikan?
Melalui jemari yang menari di atas tuts,
dengan suara dentuman hati yang tidak biasa,
dan dengan senyum yang malu merekah,
bolehkah?

Halo.
Halo kamu, bolehkah aku buat mudah saja?
Aku,
kangen.

Monday, May 14, 2012

Hujan Senja

bismillah ...

Masa suntuk di pertengahan minggu.

Di suatu senja, ketika sinar matahari malu-malu menerangi bumi bersama mega mendung, rintikkan hujan, dan suara langkah kaki yang menabrak genangan air, aku berjalan keluar rumah, menggenggam payung. Jalan kompleks sangat sepi. 

Lima belas tahun yang lalu, jalanan ini dilalui bocah-bocah berkerudung. Menenteng tas kecil berisi iqro, sambil menghafal huruf-huruf hijaiyah.

Sepuluh tahun yang lalu, jalan ini masih dipenuhi oleh anak-anak yang berlarian, hujan-hujanan, dengan seluruh badan yang kebasahan, tapi dengan senyum yang mengembang, dan tawa yang renyah.

Lima tahun yang lalu, jalanan ini dilalui oleh pelajar-pelajar dengan seragam putih-biru. Setengah berlari, dengan kepala yang dilindungi oleh buku-buku. 

Tiga tahun yang lalu, jalanan ini menjadi saksi, ketika pelajar putih-abu-abu mencoba mengendarai sepeda motor cepat sampai di rumah, menghindari tetesan hujan, namun malah kehilangan keseimbangan dan bergulat di jalanan.

Ya, ketika aku sengaja berjalan perlahan di tengah hujan. Memori-memori itu berputar sendiri. Aku seperti menonton sebuah film yang memiliki alur mundur.

Lalu seorang bocah laki-laki sambil menggowes sepeda kecilnya, melewatiku saat aku berjalan pulang, ia sambil bernyanyi. Air mukanya terlihat senang, tidak terlihat takut sama sekali dengan hujan yang mulai membasahi badannya. Kemudian dia mulai bersuara "Mama", kemudian "Mama!". Dan sesosok ibu muda menggenggam payung yang berada sepuluh meter di depan kami berhenti melangkahkan kaki, kemudian berbalik pelan seperti sambil mengucapkan sesuatu, yang tidak kudengar. Ia berhenti di situ, menunggu yang menghampirinya sampai. Si bocah laki-laki lama-kelamaan mendahuluiku jauh sambil masih berteriak "Mama, Mama", dan aku berjalan berbelok ke gang rumahku berada. Entah kenapa, aku merasa jika aku bisa melukis keadaan saat itu, akan cantik sekali. 

Senja kala itu menjadi indah begitu saja di tengah kesuntukkanku. Ya, bahagia itu sederhana.

Wednesday, April 11, 2012

Bersyukur

bismillah ...

Today was so amazing. I mean 'amazing'. So I should thank to Allah. Alhamdulillah. Yeah, what ever happened to you, me, us. We should thank to Allah. Remember? We can say alhamdulillah for every rizqi that Allah gave. And we should say astagfirullah and being patient if we got bad things. That two different ways are about the same meaning, giving thank to Allah.

In a simple way, today's exam, which is Gambar Teknik, was soooo 'amazing'. Understand what I mean? No? Okay. Because of that I was little bit down. Not too down, just down. But the past is what we don't have to regret, rite?

The same thing goes to our family in Aceh and other Pacific ocean place. The earthquake was at 3.30 pm today. It's while me and my friend finished the exam. We are all sad on the same time, but in the different reason. And this is what I mean for giving thank to Allah. Even when that exactly time I haven't known about the earthquake yet, but I do thank to Allah for ending my exam today--and made it to just two subjects left. And I hope our family in Aceh never judge Allah for every single disaster they had. Instead thank Him. With being patient and never get down like what I did, just because of an exam.

Yeah we will always get an 'exam'. Yeah I should thank Allah so much more. Alhamdulillah.

Ya Allah thanks for taking care my family there in Aceh and other place that included. Please don't warn us with any disaster. But if that's the only way, please let us accept that easily and get up faster. Thanks Ya Allah.

Let's send Al-Fathihah for our beloved earth. For our beloved persons. For our family. Al-Fathihah ...

Tuesday, April 10, 2012

Currently Mood: Flat

bismillah ...

Ngga bisa dipungkiri, ujian DRB (Dasar Rekayasa Bioproses) hari ini subhanallah supernya. Untungnya bukan gue doang yang ngerasa kayak gitu. Tapi emang jujur, gue baru belajar efektif itu paginya, sedangkan ujian tadi jam setengah dua siang--soalnya malemnya ... Bayangkan ngebutnya kayak apa dengan materi sekelas biologi kaya metabolisme mikroba, regulasinya, mikrobanya, enzimnya, imobilisasinya, dan kawan-kawannya.

Hipotesis gue ada yang salah dan ada yang bener sih. Salah karena ternyata Bu Dosen ngga ngeluarin soal pilihan ganda kayak ujian DTM lalu. Ternyata isian dan essay, yang manggil banget pengertian kita tuh sampe mana tentang rekayasa bioproses. Alhasil dengan maksa ngarang, dua nomor dengan poin lima harus melayang. Rasanya ngga bisa ngarang itu ... ilmiah men ilmiah.

Benernya adalah persiapan gue bener kurang maksimal. Dan hipotesis bener ini sama sekali ngga bisa dibanggakan. Gue tegaskan, gue bukan tipe SKS. Gue ngga kuat nelen materi banyak dalam satu tegukan. Alhasil terjadi lah 'ini tadi gue baca tapi ...'

"Yah apapun. Semoga nilai gue bisa lebih bagus dari yang gue perhitungkan." - tweet pasca ujian DRB.

Dan semoga ngga ada pencilan nilai tinggi, please solidaritas please. Amin.


Dan, sempet-sempetnya gue narsis sebelum berangkat ujian -__- nais.

Wednesday, March 21, 2012

I've got a new baby!

bismillah ...

Please welcome ....






Tau kan Converse ijo gue yang udah buluk banget? Iya emang awal tahun ini kayaknya harus pensi tuh si cantik. Kalo penasaran cari aja di post gue yang Converse vs Crocs. Si ijo pertama kali gue pake pas SMP, karena pas SMA ngga boleh pake sepatu warna-warni, SMP juga sih, jadi jarang banget dipake. Lebih sering berada di dalam lemari sepatu. Paling pas jalan-jalan lah gue pakenya. Nah, pas kuliah itu gue pake mulu alhasil makin belel aja, ehehe. Bayangkan berapa tahun sudah. Jadinya tahun ini gue mutusin buat nyari pengganti si ijo.

Kenapa gue beli yang ini? Pertama, karena gue pengen. Rasanya kayak love in the first sight #eaa, kayak pernah aja. Ya, intinya 'lu liat dan lu langsung pengen'. Beda yah sama teori belanja wanita pada umumnya, liat-liat dulu tapi ujung-ujungnya dibeli juga yang diliat pertama. To the point aja lah. Harga juga ternyata bersahabat sama isi kantong, yodah tancap ke kasir. Belum punya nama, soalnya warnanya agak ambigu. Ungu keabu-abuan kah? Atau abu-abu keunguan?

Model masih mirip banget sama si ijo, soalnya gue sebenarnya agak gak rela melepas kepensian si ijo. Tapi emang udah waktunya. Gue ngga begitu tertarik sama model-model Converse baru, kecuali gratis. AHAHA. Siapa juga yang ngga mau kalo gratis. Kenapa Converse? Karena gue suka. Haha, iya simpel. Sama kayak, kenapa elu? Ya karena gue sukanya elu #eaa #bukankode.

Anyway, welcome my new baby!